Daniel S. Lev

Law Library

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Laporan Penelitian: Persepsi Perwira TNI dalam Kerjasama Pertahanan Indonesia-Australia

Yusa Djuyandi - Nama Orang; Cikla Samira - Nama Orang;

Indonesia mengembangkan kerjasama militer intens dengan beberapa mitra strategis seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, Jepang dan Australia untuk meningkatkan komitmennya terhadap perdamaian dunia. Secara umum, kerjasama militer antara Indonesia dan negara-negara tersebut meliputi tiga program, yaitu pendidikan-pelatihan, pembiayaan dan pengadaan peralatan pertahanan. Dalam pengertian ini, pendidikan/pelatihan personil pertahanan telah menjadi salah satu model yang paling sering yang dilakukan Indonesia dengan bekerjasama dengan negara-negara lain. Sebagai contoh, program IMET (Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional) antara Indonesia dan AS yang mencakup pertukaran tentara dalam hal pelatihan teknis, kontra-intelijen dan program pendidikan master. Contoh lain dari program serupa adlah Dialog Pertahanan Indonesia-Australia Dialog Strategis (IADSD) dan forum kerjasama antara TNI-Angkatan Bersenjata Autralia dalam bentuk pembicaraan tingkat tinggi dan pejabat atau pertukaran pelajar. Meskipun berbagai kerjasama militer telah dilakukan dengan negara-negara lain, Indonesia pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam kerja sama militer mereka. Isu pelanggaran hak asasi manusia oleh TNI pada era Presiden Suharto dan kasus referendum Timor timur menjadi masalah utama dalam membangun kerjasama militer yang kontinyu dengan negara lain, terutama dengan Amerika Serikat dan Autralia. Kemudian, melalui beberapa pembicaraan antara Jakarta-Washington dan Jakarta-Canberra, menghasilkan normalisasi kerja sama militer secara bertahap antara Indonesia-AS melalui kemitraan strategis dan Indonesia dan Australia berhasil mencapai kesepakatan dalam Perjanjian Lombok tahun 2006.

Terdapat di gudang IndoArsip dengan nomor box 19121833


Ketersediaan
B007852Perpustakaan Hukum Daniel S. LevTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
355.6, Dju, l
Penerbit
Jakarta : LESPERSSI., 2010
Deskripsi Fisik
iv, 42 hal.: il.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-98347-1-0
Klasifikasi
355.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pertahanan
TNI
Tentara Nasional Indonesia
defense
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Daniel S. Lev
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Didirikan pada 2006 dan diberi nama Perpustakaan Hukum Daniel S. Lev (Daniel S. Lev Law Library) sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Prof. Daniel S. Lev atas jasa-jasanya dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia secara umum.
Sosok Daniel S. Lev memberikan banyak  ide dan pandangannya dalam bidang hukum kepada lembaga yang mendirikan dan menaungi perpustakaan ini—PSHK, Hukumonline.com, LeIP, dan STH Indonesia Jentera. Prof. Daniel S. Lev memberikan kontribusinya kepada perpustakaan dengan menghibahkan sebagian koleksi buku pribadinya.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik